<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>:==Enjoy with articles==: ISLAM &#124; BUSINESS &#124; ADSENSE &#124; MARKETING &#124; ADBRITE &#124; WORDPRESS &#124; ENGLISH &#124; MUSICS &#124; SPORTS &#124; LOVE &#124; WEBSITES &#187; walimah</title>
	<atom:link href="http://easybusinessforyou.wordpress.com/tag/walimah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://easybusinessforyou.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Aug 2009 03:19:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='easybusinessforyou.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/80c5096ec44980f84e6b4493cea9675f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>:==Enjoy with articles==: ISLAM &#124; BUSINESS &#124; ADSENSE &#124; MARKETING &#124; ADBRITE &#124; WORDPRESS &#124; ENGLISH &#124; MUSICS &#124; SPORTS &#124; LOVE &#124; WEBSITES &#187; walimah</title>
		<link>http://easybusinessforyou.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://easybusinessforyou.wordpress.com/osd.xml" title=":==Enjoy with articles==: ISLAM | BUSINESS | ADSENSE | MARKETING | ADBRITE | WORDPRESS | ENGLISH | MUSICS | SPORTS | LOVE | WEBSITES" />
		<item>
		<title>untuk yang mau nikah : Proposal buat Orang tua</title>
		<link>http://easybusinessforyou.wordpress.com/2008/07/26/untuk-yang-mau-nikah-proposal-buat-orang-tua/</link>
		<comments>http://easybusinessforyou.wordpress.com/2008/07/26/untuk-yang-mau-nikah-proposal-buat-orang-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 07:20:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aldi</dc:creator>
				<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[ikhwan]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[proposal]]></category>
		<category><![CDATA[walimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://easybusinessforyou.wordpress.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[
Latar Belakang
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : “Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=easybusinessforyou.wordpress.com&blog=4115420&post=177&subd=easybusinessforyou&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="snap_preview">
<p><a href="http://ldkfkui.files.wordpress.com/2008/04/nikah.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-39" src="http://ldkfkui.files.wordpress.com/2008/04/nikah.jpg?w=135&amp;h=90&#038;h=90" alt="" width="135" height="90" /></a><strong>Latar Belakang</strong></p>
<p>Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin</p>
<p>Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : “Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu”.</p>
<p>Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na’udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : <em>“Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan    yang    buruk lagi kotor”</em> <strong>(Qs. Al Israa’ : 32)</strong>.</p>
<p>Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. “Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu,” ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga��, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. <em>Wallahu a’lam</em>.</p>
<p>Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di� majalah Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita..Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.</p>
<p><strong>Dasar Pemikiran</strong></p>
<p>Dari Al Qur��an dan Al Hadits :</p>
<ol>
<li><em>�”Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.”</em><strong> (QS. An      Nuur (24) : 32).</strong></li>
<li><em>“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat      kebesaran Allah.”</em> <strong>(QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).</strong></li>
<li><em>�Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui��<strong> </strong></em><strong>(Qs. Yaa Siin (36) :      36).</strong></li>
<li> <em>Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik</em> <strong>(Qs. An Nahl (16) : 72).</strong></li>
<li> <em>Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir</em>.      <strong>(Qs. Ar. Ruum (30) : 21).</strong></li>
<li><em> Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana</em> <strong>(Qs. At Taubah (9) : 71).</strong></li>
<li> <em>Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali.</em><strong> (Qs. An      Nisaa (4) : 1)</strong>.</li>
<li><em>Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) </em><strong>(Qs. An Nuur (24) : 26).</strong></li>
<li><em> ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..</em><strong>(Qs. An Nisaa’ (4) : 3).</strong></li>
<li><em>Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata.</em> <strong>(Qs. Al Ahzaab (33) : 36).</strong></li>
<li><em> Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”</em><strong>(HR.      Ibnu Majah,      dari Aisyah r.a.).</strong></li>
<li> <em>Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang,      memakai wewangian, bersiwak dan menikah </em><strong>(HR. Tirmidzi).</strong></li>
<li> Dari Aisyah, <em>“Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu�� (HR. Hakim dan Abu Dawud). 14.�Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.”<strong> </strong></em><strong>(HR.      Baihaqi).</strong></li>
<li> <em>Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya      ialah wanita shalihat.</em><strong>(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).</strong></li>
<li>“Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah� (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a.�Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b.�Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c.�Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”</li>
<li> <em>“Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.”</em> <strong>(HR.      Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).</strong></li>
<li><em> Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak</em><strong> (HR. Abu      Dawud).</strong></li>
<li><em> Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain</em> <strong>(HR. Abdurrazak dan Baihaqi)</strong>.</li>
<li> <em>Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) </em><strong> (HR. Ibnu Ady      dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)</strong>.</li>
<li> Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah”<strong> (HR.      Bukhari).</strong></li>
<li><em> Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang</em> <strong>(HR. Abu Ya��la dan Thabrani).</strong></li>
<li><em> Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat</em>. <strong>(HR. Ibnu Majah,dhaif)</strong>.</li>
<li> <em>Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka</em><strong> (Al Hadits).</strong></li>
</ol>
<p><strong>Tujuan Pernikahan</strong></p>
<ol>
<li>Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.</li>
<li> Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.</li>
<li> Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.</li>
<li> Mendapatkan cinta dan kasih sayang.</li>
<li> Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari      perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).</li>
<li> Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).</li>
<li> Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan      kekeluargaan)</li>
</ol>
<p><strong>Kesiapan Pribadi </strong></p>
<ol>
<li>Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah. Rasulullah SAW. bersabda : ��Man Jadda Wa Jadda�� (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).</li>
<li> Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).</li>
<li> Termasuk� tathhir (mensucikan diri).</li>
<li> Secara materi, Insya Allah siap. ��Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya��� (Qs. At Thalaq (65) : 7)</li>
</ol>
<p><strong>Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan </strong></p>
<ul type="square">
<li>Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.</li>
<li> Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.</li>
<li> Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan      dan      kasih sayang bagi orang yang menikah.</li>
<li> Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.</li>
<li> Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.      Rasulullah SAW. bersabda:<em> “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan.”</em><strong> (HR. Ahmad)</strong> dan “Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya”<strong> (HR. Thabrani      dan Baihaqi)</strong>.. Astaghfirullahaladzim.. Na’udzubillahi min dzalik</li>
</ul>
<p>Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai    berikut ini :</p>
<ul>
<li> Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir,      DR, SE, SH, ST, dsb</li>
<li> Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu’an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari� manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)</li>
<li> Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.</li>
<li> Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.</li>
</ul>
<p><strong>Memperbaiki Niat :</strong></p>
<p><em>Innamal a’malu binniyat…….</em> Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.</p>
<p><strong> Niat Ketika Memilih Pendamping</strong></p>
<p>Rasulullah bersabda <em>“Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya.”</em><strong>(HR. Thabrani).</strong></p>
<p><em>“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama”.</em> <strong>(HR. Ibnu Majah).</strong></p>
<p><em>Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) </em><strong>(Al    Hadits)</strong>.</p>
<p><em>Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ��Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama.” </em><strong>(HR. Muslim    dan Tirmidzi).</strong> Niat dalam Proses Pernikahan</p>
<p>Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya’. <em>“Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai    pemberian dengan penuh kerelaan.”</em>(Qs. An Nisaa (4) : 4).</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda : <em>“Wanita yang paling agung barakahnya, adalah    yang paling ringan    maharnya”</em> <strong>(HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang    shahih)</strong>. Dari    Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, <em>“Sesungguhnya berkah    nikah    yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)”</em> <strong>(HR.    Ahmad)</strong>. Nabi SAW    pernah berjanji : <em>“Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya.”</em> <strong>(HR. Ashhabus Sunan)</strong>.    Dari Anas, dia berkata :    ” Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya”    <strong>(Ditakhrij    dari An Nasa’i</strong>)..Subhanallah..</p>
<p>Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat.<em> “Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing.”</em> <strong>(HR. Bukhari dan    Muslim)</strong></p>
<p>Pernikahan haruslah memenuhi kriteria <em>Lillah, Billah, dan Ilallah</em>.    Yang dimaksud    <strong>Lillah</strong>, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan    caranya harus    <strong>Billah</strong>, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir <strong>Ilallah</strong>, tujuannya dalam rangka menggapai    keridhoan Allah.</p>
<p>Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, adab mendo’akan pengantin dengan do’a : <em>Barokallahu laka wa baroka ‘alaikum wa jama’a baynakuma fii khoir.</em>. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan (”<em>Dan    janganlah    bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama” </em>-    Qs. Al Ahzab    (33),</p>
<p><strong>Meraih Pernikahan Ruhani</strong></p>
<p>Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah.</p>
<p>Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS� PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p><em>“Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.” </em><strong>(Qs. Al Maidaah    (5) : 87).</strong></p>
<p><em> Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya    sesudah kesulitan itu ada kemudahan</em> <strong>(Qs. Alam Nasyrah (94) : 5-    6 )</strong>.</p>
<p>Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan “Jazakumullah Khairan katsiira”. “Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin”</p>
<p>==================================== <em><br />
Dedicated to : My inspiration …. yang pernah singgah dan menghuni “hati” …Astaghfirullah !! Saat langkah ada didunia maya, tak menapak di bumi-Nya..Lalu, kucoba atur gelombang asa..Robbi kudengar panggilanMu tuk meniti jalan RidhoMu.. Kuharap ada penolong dari hambaMu meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu dan menemani panjangnya jalan dakwah yang harus aku titi.. ” Saat Cinta dan Rindu� tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah..”<br />
</em> ====================================</p>
<p><strong>Maraji / Referensi :</strong></p>
<ol>
<li>Majalah Ishlah, Edisi Awal Tahun 1995.</li>
<li> Fiqh Islam, H. Sulaiman Rasyid, 1994, Cet. 27, Bandung, Sinar Baru Algesindo.</li>
<li> Fikih Sunnah 6, Sayyid Sabiq, 1980, cet. 15, Bandung, Pt. Al Ma’arif.</li>
<li> Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Muhammad Faudzil Adhim, 1998, Yogyakarta,      Mitra Pustaka.</li>
<li> Indahnya Pernikahan Dini, Muhammad Faudzil Adhim, 2002, Cet. 1, Jakarta,      Gema      Insani Press.</li>
<li> Rintangan Pernikahan dan Pemecahannya, Abdullah Nashih Ulwan, 1997, Cet.      1,      Jakarta, Studia Press.</li>
<li> Perkawinan Masalah Orang muda, Orang Tua dan Negara, Abdullah Nashih Ulwan,      1996, Cet. 5, Jakarta, Gema Insani Press.</li>
<li> Kebebasan Wanita, jilid 1, 5, 6, A.H.A. Syuqqah, 1998, Cet.1, Jakarta,      Gema Insani Press</li>
<li> Sulitnya Berumah Tangga, Muhammad Utsman Al Khasyt, 1999, Cet. 18, Jakarta,      Gema Insani Press.</li>
<li> Majalah Cerdas Pemuda Islam Al Izzah, Wahai Pemuda, Menikahlah, No. 17/Th.      2      31 Mei 2001, Jakarta, YPDS Al Mukhtar.</li>
</ol>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/easybusinessforyou.wordpress.com/177/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/easybusinessforyou.wordpress.com/177/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/easybusinessforyou.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/easybusinessforyou.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/easybusinessforyou.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/easybusinessforyou.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/easybusinessforyou.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/easybusinessforyou.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/easybusinessforyou.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/easybusinessforyou.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/easybusinessforyou.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/easybusinessforyou.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=easybusinessforyou.wordpress.com&blog=4115420&post=177&subd=easybusinessforyou&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://easybusinessforyou.wordpress.com/2008/07/26/untuk-yang-mau-nikah-proposal-buat-orang-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31e8e6af728631438d9f609ccf25267e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aldiwilman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ldkfkui.files.wordpress.com/2008/04/nikah.jpg?w=135&#38;h=90" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nikah (Munakahad/walimah) dalam Islam</title>
		<link>http://easybusinessforyou.wordpress.com/2008/07/26/nikah-munakahadwalimah-dalam-islam/</link>
		<comments>http://easybusinessforyou.wordpress.com/2008/07/26/nikah-munakahadwalimah-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 07:17:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aldi</dc:creator>
				<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[ikhwan]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[walimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://easybusinessforyou.wordpress.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[
MENJADI SAHABAT YANG MENYENANGKANSecara fitrah, menikah akan memberikan ketenangan
(ithmi’nân/thuma’nînah) bagi setiap manusia, asalkan pernikahannya dilakukan sesuai dengan aturan Allah Swt., Zat Yang mencurahkan cinta dan kasih-sayang kepada manusia.
Hampir setiap Mukmin mempunyai harapan yang sama tentang keluarganya, yaitu ingin bahagia; sakînah mawaddah warahmah. Namun, sebagian orang menganggap bahwa menciptakan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah serta langgeng [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=easybusinessforyou.wordpress.com&blog=4115420&post=175&subd=easybusinessforyou&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="snap_preview">
<p><a href="http://ldkfkui.files.wordpress.com/2008/05/saatnyauntukmenikah.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-47" src="http://ldkfkui.files.wordpress.com/2008/05/saatnyauntukmenikah.jpg?w=204&amp;h=300&#038;h=300" alt="" width="204" height="300" /></a>MENJADI SAHABAT YANG MENYENANGKANSecara fitrah, menikah akan memberikan ketenangan<br />
(ithmi’nân/thuma’nînah) bagi setiap manusia, asalkan pernikahannya dilakukan sesuai dengan aturan Allah Swt., Zat Yang mencurahkan cinta dan kasih-sayang kepada manusia.<br />
Hampir setiap Mukmin mempunyai harapan yang sama tentang keluarganya, yaitu ingin bahagia; sakînah mawaddah warahmah. Namun, sebagian orang menganggap bahwa menciptakan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah serta langgeng adalah hal yang tidak gampang. Fakta-fakta buruk kehidupan rumahtangga yang terjadi di masyarakat seolah makin mengokohkan asumsi sulitnya menjalani kehidupan rumahtangga. Bahkan, tidak jarang, sebagian orang menjadi enggan menikah atau menunda-nunda pernikahannya. Menikahlah, Karena Itu Ibadah Sesungguhnya menikah itu bukanlah sesuatu yang menakutkan, hanya memerlukan perhitungan cermat dan persiapan matang saja, agar tidak menimbulkan penyesalan. Sebagai risalah yang syâmil (menyeluruh) dan kâmil (sempurna), Islam telah memberikan tuntunan tentang tujuan pernikahan yang harus dipahami oleh kaum Muslim. Tujuannya adalah agar<br />
pernikahan itu berkah dan bernilai ibadah serta benar-benar memberikan ketenangan bagi suami-istri. Dengan itu akan terwujud keluarga yang bahagia dan langgeng. Hal ini bisa diraih jika pernikahan itu dibangun atas dasar pemahaman Islam yang benar.<br />
Menikah hendaknya diniatkan untuk mengikuti sunnah Rasullullah saw., melanjutkan keturunan, dan menjaga kehormatan. Menikah juga hendaknya ditujukan sebagai sarana dakwah, meneguhkan iman, dan menjaga kehormatan.<br />
Pernikahan merupakan sarana dakwah suami terhadap istri atau sebaliknya, juga dakwah terhadap keluarga keduanya, karena pernikahan berarti pula mempertautkan hubungan dua keluarga. Dengan begitu, jaringan persaudaraan dan kekerabatan pun semakin luas. Ini berarti, sarana dakwah juga bertambah. Pada skala yang lebih luas, pernikahan islami yang sukses tentu akan menjadi pilar penopang dan pengokoh perjuangan dakwah Islam, sekaligus tempat bersemainya kader-kader perjuangan dakwah masa depan.<br />
Inilah tujuan pernikahan yang seharusnya menjadi pijakan setiap Muslim saat akan menikah. Karena itu, siapa pun yang akan menikah hendaknya betul-betul mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk meraih tujuan pernikahan seperti yang telah digariskan Islam. Setidaknya, setiap Muslim, laki-laki dan perempuan, harus memahami konsepkonsep pernikahan islami seperti: aturan Islam tentang posisi dan peran suami dan istri dalam keluarga, hak dan kewajiban suami-istri, serta kewajiban orangtua dan hak-hak anak; hukum seputar kehamilan, nasab, penyusuan, pengasuhan anak, serta pendidikan anak dalam Islam; ketentuan Islam tentang peran Muslimah sebagai istri, ibu, dan manajer rumahtangga, juga perannya sebagai bagian dari umat Islam secara keseluruhan, serta bagaimana jika kewajiban-kewajiban itu berbenturan pada saat yang sama; hukum seputar nafkah, waris, talak (cerai), rujuk, gugat cerai, hubungan dengan orangtua dan mertua, dan sebagainya. Semua itu membutuhkan penguasaan hukum-hukum Islam secara menyeluruh oleh pasangan yang akan menikah. Artinya, menikah itu harus didasarkan pada ilmu.<br />
Jadilah Sahabat yang Menyenangkan Pernikahan pada dasarnya merupakan akad antara laki-laki dan perempuan untuk membangun rumahtangga sebagai suami-istri sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Sesungguhnya kehidupan rumahtangga dalam Islam adalah kehidupan persahabatan. Suami adalah sahabat karib bagi istrinya, begitu pula sebaliknya. Keduanya benar-benar seperti dua sahabat karib yang siap berbagi suka dan duka bersama dalam menjalani kehidupan pernikahan mereka demi meraih tujuan yang diridhai Allah Swt. Istri bukanlah sekadar partner kerja bagi suami, apalagi bawahan atau pegawai yang bekerja pada suami. Istri adalah sahabat, belahan jiwa, dan tempat curahan hati suaminya.<br />
Islam telah menjadikan istri sebagai tempat yang penuh ketenteraman bagi suaminya. Allah Swt. berfirman:<br />
Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya. (QS ar-Rum [30]: 21). Maka dari itu, sudah selayaknya suami akan merasa tenteram dan damai jika ada di sisi istrinya, demikian pula sebaliknya. Suami akan selalu cenderung dan ingin berdekatan dengan istrinya. Di sisi istrinya, suami akan selalu mendapat semangat baru untuk terus menapaki jalan dakwah, demikian pula sebaliknya. Keduanya akan saling tertarik<br />
dan cenderung kepada pasangannya, bukan saling menjauh. Keduanya akan saling menasihati, bukan mencela; saling menguatkan, bukan melemahkan; saling membantu, bukan bersaing. Keduanya pun selalu siap berproses bersama meningkatkan kualitas ketakwaannya demi meraih kemulian di sisi-Nya. Mereka berdua berharap, Allah Swt. berkenan mengumpulkan keduanya di surga kelak. Ini berarti, tabiat asli kehidupan rumahtangga dalam Islam adalah ithmi’nân/tuma’ninah (ketenangan dan ketentraman). Walhasil, kehidupan pernikahan yang ideal adalah terjalinnya kehidupan persahabatan antara suami dan istri yang mampu memberikan ketenangan dan ketenteraman bagi keduanya.<br />
Untuk menjamin teraihnya ketengan dan ketenteraman tersebut, Islam telah menetapkan serangkaian aturan tentang hak dan kewajiban suami-istri. Jika seluruh hak dan kewajiban itu dijalankan secara benar, terwujudnya keluarga yang sakinah mawaddah warahmah adalah suatu keniscayaan. Bersabar atas Kekurangan Pasangan Kerap terjadi, kenyataan hidup tidak seindah harapan. Begitu pula dengan kehidupan rumahtangga, tidak selamanya berlangsung tenang. Adakalanya kehidupan suami-istri itu dihadapkan pada berbagai problem baik kecil ataupun besar, yang bisa mengusik ketenangan keluarga. Penyebabnya sangat beragam; bisa karena kurangnya komunikasi antara suami-istri, suami kurang makruf terhadap istri, atau suami kurang perhatian kepada istri dan anak-anak; istri yang kurang pandai dan kurang kreatif menjalankan fungsinya sebagai istri, ibu, dan manajer rumahtangga; karena adanya kesalahpahaman dengan mertua; atau suami yang ‘kurang serius’ atau ‘kurang ulet’ mencari nafkah. Penyebab lainnya adalah karena tingkat pemahaman agama yang tidak seimbang antara suami-istri; tidak jarang pula karena dipicu oleh<br />
suami atau istri yang selingkuh, dan lain-lain. Sesungguhnya Islam tidak menafikan adanya kemungkinan terusiknya ketenteraman dalam kehidupan rumahtangga.<br />
Sebab, secara alami, setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti dihadapkan pada berbagai persoalan. Hanya saja, seorang Muslim yang kokoh imannya akan senantiasa yakin bahwa Islam pasti mampu memecahkan semua problem kehidupannya. Oleh karena itu, dia akan senantiasa siap menghadapi problem tersebut, dengan menyempurnakan ikhtiar untuk mencari solusinya dari Islam, seiring dengan doa-doanya kepada Allah Swt. Sembari berharap, Allah memudahkan penyelesaian segala urusannya. Keluarga yang sakinah mawaddah warahmah bukan berarti tidak pernah menghadapi masalah. Yang dimaksud adalah<br />
keluarga yang dibangun atas landasan Islam, dengan suami-istri sama-sama menyadari bahwa mereka menikah adalah untuk ibadah dan untuk menjadi pilar yang mengokohkan perjuangan Islam. Mereka siap menghadapi masalah apapun yang menimpa rumahtangga mereka. Sebab, mereka tahu jalan keluar apa yang harus ditempuh dengan bimbingan Islam.<br />
Islam telah mengajarkan bahwa manusia bukanlah malaikat yang selalu taat kepada Allah, tidak pula ma’shûm (terpelihara dari berbuat maksiat) seperti halnya para nabi dan para rasul. Manusia adalah hamba Allah yang memiliki peluang untuk melakukan kesalahan dan menjadi tempat berkumpulnya banyak kekurangan. Pasangan kita (suami atau istri) pun demikian, memiliki banyak kekurangan. Karena itu, kadangkala apa yang dilakukan dan ditampakkan oleh pasangan kita tidak seperti gambaran ideal yang kita harapkan. Dalam kondisi demikian, maka sikap yang harus diambil adalah bersabar!<br />
Sabar adalah salah satu penampakan akhlak yang mulia, yaitu wujud ketaatan hamba terhadap perintah dan larangan Allah Swt. Sabar adalah bagian hukum syariat yang diperintahkan oleh Islam. (Lihat: QS al-Baqarah [2]: 153; QS az- Zumar [39]: 10).<br />
Makna kesabaran yang dimaksudkan adalah kesabaran seorang Mukmin dalam rangka ketaatan kepada Allah; dalam menjalankan seluruh perintah-Nya; dalam upaya menjauhi seluruh larangan-Nya; serta dalam menghadapi ujian dan cobaan, termasuk pula saat kita dihadapkan pada ‘kekurangan’ pasangan (suami atau istri) kita. Namun demikian, kesabaran dalam menghadapi ‘kekurangan’ pasangan kita harus dicermati dulu faktanya.</p>
<p>Pertama:<br />
Jika kekurangan itu berkaitan dengan kemaksiatan yang mengindikasikan adanya pelalaian terhadap kewajiban atau justru melanggar larangan Allah Swt. Dalam hal ini, wujud kesabaran kita adalah dengan menasihatinya secara makruf serta mengingatkannya untuk tidak melalaikan kewajibannya dan agar segera meninggalkan larangan-Nya. Contoh pada suami: suami tidak berlaku makruf kepada istrinya, tidak menghargai istrinya, bukannya memuji tetapi justru suka mencela, tidak menafkahi istri dan anak-anaknya, enggan melaksanakan shalat fardhu, enggan menuntut ilmu, atau malas-malasan dalam berdakwah. Contoh pada istri: istri tidak taat pada suami, melalaikan pengasuhan anaknya, melalaikan tugasnya sebagai manajer rumahtangga (rabb al-bayt), sibuk berkarier, atau mengabaikan upaya menuntut ilmu dan aktivitas amar makruf nahi mungkar. Sabar dalam hal ini tidak cukup dengan berdiam diri saja atau nrimo dengan apa yang dilakukan oleh pasangan kita, tetapi harus ada upaya maksimal menasihatinya dan mendakwahinya.<br />
Satu hal yang tidak boleh dilupakan, kita senantiasa mendoakan pasangan kita kepada Allah Swt.<br />
Kedua: Jika kekurangan itu berkaitan dengan hal-hal yang mubah maka hendaknya dikomunikasikan secara makruf di antara suami-istri. Contoh: suami tidak terlalu romantis bahkan cenderung cuwek; miskin akan pujian terhadap istri, padahal sang istri mengharapkan itu; istri kurang pandai menata rumah, walaupun sudah berusaha maksimal tetapi tetap saja kurang estetikanya, sementara sang suami adalah orang yang apik dan rapi; istri kurang bisa memasak walaupun dia sudah berupaya maksimal menghasilkan yang terbaik; suami “cara bicaranya” kurang lembut dan cenderung bernada instruksi sehingga kerap menyinggung perasaan istri; istri tidak bisa berdandan untuk suami, model rambutnya kurang bagus, hasil cucian dan setrikaannya kurang rapi; dan sebagainya. Dalam hal ini kita dituntut bersabar untuk mengkomunikasikannya, memberikan masukan, serta mencari jalan keluar bersama pasangan kita. Jika<br />
upaya sudah maksimal tetapi belum juga ada perubahan, maka terimalah itu dengan lapang dada seraya terus mendoakannya kepada Allah Swt. (Lihat: QS an-Nisa’ [4]: 19). Rasulullah saw. bersabda:<br />
Janganlah seorang suami membenci istrinya. Jika dia tidak menyukai satu perangainya maka dia akan menyenangi perangainya yang lain. (HR Muslim). Inilah tuntunan Islam yang harus dipahami oleh setiap Mukmin yang ingin rumahtangganya diliputi dengan kebahagiaan, cinta kasih, ketenteraman, dan langgeng. Wallâhu a’lam bi ash-shawab. (Nurul Husna, Aktivis Hizbut Tahrir, Ibu Rumah Tangga )</p>
<p>sumber:http://ldkfkui.wordpress.com</p></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/easybusinessforyou.wordpress.com/175/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/easybusinessforyou.wordpress.com/175/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/easybusinessforyou.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/easybusinessforyou.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/easybusinessforyou.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/easybusinessforyou.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/easybusinessforyou.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/easybusinessforyou.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/easybusinessforyou.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/easybusinessforyou.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/easybusinessforyou.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/easybusinessforyou.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=easybusinessforyou.wordpress.com&blog=4115420&post=175&subd=easybusinessforyou&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://easybusinessforyou.wordpress.com/2008/07/26/nikah-munakahadwalimah-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31e8e6af728631438d9f609ccf25267e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aldiwilman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ldkfkui.files.wordpress.com/2008/05/saatnyauntukmenikah.jpg?w=204&#38;h=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MEMBENTUK KELUARGA ISLAMI, sakinah</title>
		<link>http://easybusinessforyou.wordpress.com/2008/07/26/membentuk-keluarga-islami-sakinah/</link>
		<comments>http://easybusinessforyou.wordpress.com/2008/07/26/membentuk-keluarga-islami-sakinah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 06:13:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aldi</dc:creator>
				<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[ikhwan]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[walimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://easybusinessforyou.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Mayoritas manusia tentu mendambakan kebahagiaan, menanti ketentraman dan ketanangan jiwa. Tentu pula semua menghindari dari berbagai pemicu gundah gulana dan kegelisahan. Terlebih dalam lingkngan keluarga. Ingatlah semua ini tak akan terwujud kecuali dengan iman kepada Alloh, tawakal dan mengembalikan semua masalah kepadaNya, disamping melakukan berbagai usaha yang sesuai dengan syari’at.
Pentingnya Keharmonisan Keluarga Yang paling berpengaruh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=easybusinessforyou.wordpress.com&blog=4115420&post=152&subd=easybusinessforyou&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Mayoritas manusia tentu mendambakan kebahagiaan, menanti ketentraman dan ketanangan jiwa. Tentu pula semua menghindari dari berbagai pemicu gundah gulana dan kegelisahan. Terlebih dalam lingkngan keluarga. Ingatlah semua ini tak akan terwujud kecuali dengan iman kepada Alloh, tawakal dan mengembalikan semua masalah kepadaNya, disamping melakukan berbagai usaha yang sesuai dengan syari’at.</p>
<p align="justify">Pentingnya Keharmonisan Keluarga Yang paling berpengaruh buat pribadi dan masyarakat adalah pembentukan keluarga dan komitmennya pada kebenaran. Alloh dengan hikmahNya telah mempersiapkan tempat yang mulia buat manusia untuk menetap dan tinggal dengan tentram di dalamnya. FirmanNya: <em>“dan diantara tanda-tanda kekuasanNya adalah Dia mencipatakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan diajadikanNya diantara kamu rasa kasih sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”</em> <strong>(Ar Rum: 21)</strong></p>
<p align="justify">Ya.supaya engkau cenderung dan merasa tentram kepadanya (Alloh tidak mengatakan: ’supaya kamu tinggal bersamanya’). Ini menegaskan makna tenang dalam perangai dan jiwa serta menekankan wujudnya kedamaian dalam berbagai bentuknya.</p>
<p align="justify">Maka suami istri akan mendapatkan ketenangan pada pasangannya di kala datang kegelisahan dan mendapati kelapangan di saat dihampiri kesempitan. Sesungguhnya pilar hubungan suami istri adalah kekerabatan dan pershabatan yang terpancang di atas cinta dan kasih sayang. Hubungan yang mendalam dan lekat ini mirip dengan hubungan seseorang dengan dirinya sendiri. Al Qur’an menjelaskan: <em>“Mereka itu pakaian bagimu dan kamu  pun pakaian baginya.”</em><strong> (Al Baqarah: 187)</strong></p>
<p align="justify">Terlebih lagi ketika mengingat apa yang dipersiapkan bagi hubungan ini misalnya; penddidikan anak dan jaminan kehidupan, yang tentu saja tak akan terbentuk kecuali dalam atmosfir keibuan yang lembut dan kebapakan yang semangat dan serius. Adakah di sana komunitas yang lebih bersih dari suasana hubungan yang mulia ini?</p>
<p align="justify"><strong>Pilar Peyangga Keluarga Islami</strong></p>
<p align="justify"><em><strong>1. Iman dan Taqwa</strong></em><br />
Faktor pertama dan terpenting adalah iman kepada Alloh dan hari akhir, takut kepada Dzat Yang memperhatikan segala yang tersembunyi serta senantiasa bertaqwa dan bermuraqabbah (merasa diawasi oleh Alloh) lalu menjauh dari kedhaliman dan kekeliruan di dalam mencari kebenaran.</p>
<p align="justify"><em>“Demikian diberi pengajaran dengan itu, orang yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat. Barang siapa yang bertaqwa kepada Alloh niscaya Dia kan mengadakan baginya jalan keluar. Dan Dia kan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Alloh niscaya Alloh akan mencukupkan keperluannya.”</em> (Ath Thalaq:  2-3)</p>
<p align="justify">Di antara yang menguatkan tali iman yaitu bersungguh-sungguh dan serius dalam ibadah serta saling ingat-mengingatkan. Perhatikan sabda Rasululloh: <em>“Semoga Alloh merahmati suami yang bangun malam hari lalu shalat dan membangunkan pula istrinya lalu shalat pula. Jika enggan maka dipercikkannya air ke wajahnya. Dan semoga Alloh merahmati istri yang bangun malam hari lalu shalat dan membangunkan pula suaminya lalu shalat pula. Jika enggan maka dipercikkannya air ke wajahnya.”</em> <strong>(HR. Ahmad, Abu  Dawud, An Nasa’i, Ibnu Majah).</strong></p>
<p align="justify">Hubungan suami istri bukanlah hubungan duniawi atau nafsu hewani namun berupa interaksi jiwa yang luhur. Jadi ketika hubungan itu shahih maka dapat berlanjut ke kehidupan akhirat kelak. FirmanNya: <em>“Yaitu surga ‘Adn yang mereka itu masuk di dalamnya bersama-sama orang yang shaleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya.”</em> <strong>(Ar  Ra’du: 23)</strong></p>
<p align="justify"><em><strong>2.  Hubungan Yang Baik</strong> </em><br />
Termasuk yang mengokohkan hal ini adalah pergaulan yang baik. Ini tidak akan tercipt akecuali jika keduanya saling mengetahui hak dan kewajibannya masing-masing.</p>
<p align="justify">Mencari kesempurnaan dalam keluarga dan naggotanya adalah hal mustahil dan merasa frustasi daklam usha melakukan penyempurnan setiap sifat mereka atau yang lainnya termasuk sia-sia juga.</p>
<p align="justify"><strong><em>3. Tugas Suami</em></strong><br />
Seorang suami dituntut untuk lebih bisa bersabar ketimbang istrinya, dimana istri itu lemah secara fisik atau pribadinya. Jika ia dituntut untuk melakukan segala sesuatu maka ia akan buntu.</p>
<p align="justify">Teralalu berlebih dalam meluruskannya berarti membengkokkannya dan membengkokkannya berarti menceraikannya. Rasululloh bersabda: <em>“Nasehatilah wanita dengan baik. Sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk dan bagian yang bengkok dari rusuk adalah bagian atasnya. Seandainya kamu luruskan maka berarti akan mematahkannya. Dan seandainya kamu biarkan maka akan terus saja bengkok, untuk itu nasehatilah dengan baik.”</em> <strong>(HR. Bukhari, Muslim)</strong></p>
<p align="justify">Jadi kelemahan wanita sudah ada sejak diciptakan, jadi bersabarlah untuk menghadapinya. Seorang suami seyogyanya tidak terus-menerus mengingat apa yang menjadi bahan kesempitan keluarganya, alihkan pada beberapa sisi kekurangan mereka. Dan perhatikan sisi kebaikan niscaya akan banyak sekali.</p>
<p align="justify">Dalam hal ini maka berperilakulah lemah lembut. Sebab jika ia sudah melihat sebagian yang dibencinya maka tidak tahu lagi dimana sumber-sumber kebahagiaan itu berada. Alloh berfirman; <em>“Dan bergaullah bersama mereka dengan patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka maka bersabarlah Karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Aloh menjadikannya kebaikan yang banyak.”</em> <strong>(An Nisa’: 19)</strong></p>
<p align="justify">Apabila tidak begitu lalu bagaimana mungkin akan tercipta ketentraman, kedamaian dan cinta kasih itu: jika pemimpin keluarga itu sendiri berperangai keras, jelek pergaulannya, sempit wawasannya, dungu, terburu-buru, tidak pemaaf, pemarah, jika masuk terlalu banyak mengungkit-ungkit kebaikan dan jika keluar selalu berburuk sangka.</p>
<p align="justify">Padahal sudah dimaklumi bahwa interaksi yang baik dan sumber kebahagiaan itu tidaklah tercipta kecuali dengan kelembutan dan menjauhakan diri dari prasangka yang tak beralasan. Dan kecemburuan terkadang berubah menjadi prasangka buruk yang menggiringnya untuk senantiasa menyalah tafsirkan omongan dan meragukan segala tingkah laku. Ini tentu akan membikin hidup terasa sempit dan gelisah dengan tanpa alasan yang jelas dan benar.</p>
<p align="justify"><strong><em>4. Tugas Istri<br />
</em></strong>Kebahagiaan, cinta dan kasih sayang tidaklah sempurna kecuali ketika istri mengetahui kewajiban dan tiada melalaikannya. Berbakti kepada suami sebagai pemimpin, pelindung, penjaga dan pemberi nafkah. Taat kepadanya, menjaga dirinya sebagi istri dan harta suami. Demikian pula menguasai tugas istri dan mengerjakannya serta memperhatikan diri dan rumahnya.</p>
<p align="justify">Inilah istri shalihah sekaligus ibu yang penuh kasih sayang, pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Juga mengakui kecakapan suami dan tiada mengingkari kebaikannya. Untuk itu seyogyanya memaafkan kekeliruan dan mangabaikan kekhilafan. Jangan berperilaku jelek ketika suami hadir dan jangan mengkhianati ketika ia pergi.</p>
<p align="justify">Dengan ini sudah barang tentu akan tercapai saling meridhai, akan langgeng hubungan, mesra, cinta dan kasih sayang. Dalam hadits:<em> “Perempuan mana yang meninggal dan suaminya ridha kepadanya  maka ia masuk surga.”</em> <strong>(HR. Tirmidzi, Hakim, Ibnu  Majah)</strong></p>
<p align="justify">Maka bertaqwalah wahai kaum muslimin! Ketahuilah bahwa dengan dicapainya keharmonisan akan tersebarlah semerbak kebahagiaan dan tercipta suasana yang kondusif bagi tarbiyah.</p>
<p align="justify">Selain itu tumbuh pula kehidupan di rumah yang mulia dengan dipenuhi cinta kasih dan saling pengertian anatar sifat keibuan yang penuh kasih sayang dan kebapakan yang tegas, jauh dari cekcok, perselisihan dan saling mendhalimi satu sama lain. Juga tak ada permusuhan dan saling menyakiti.</p>
<p align="justify"><strong>Penutup<br />
</strong>Lurusnya keluarga menjadi media untuk menciptakan keamanan masyarakat. Bagaimana bisa aman bila ikatan keluarga telah amburadul. Padahal Alloh memberi kenikmatan ini yaitu kenikmatan kerukunan keluarga, kemesraan dan keharmonisannya.</p>
<p align="justify">Hubungan suami istri yang sangat solid dan fungsinya sebagai orang tua di tambah anak-anaknya yang tumbuh dalam asuhan mereka, merupakan gambaran umat terkini dan masadepan. Karena itu ketika setan berhasil menceraikan hubungan keluarga dia tidak sekadar menggoncangkan sebuah keluarga namun juga menjerumuskan masyarakat seluruhnya ke dalam kebobrokan yang merajalela. Realita sekarang menjadi bukti.</p>
<p align="justify">Semoga Alloh merahmati pria yang perilakunya terpuji, baik hatinya, pandai bergaul (terhadap keluarga), lemah lembut, pengasih, penyayang, tekun, tidak berlebihan dan tiada lalai dengan kewajibannya. Semoga Alloh merahmati pula wanita yang tidak mencari-cari kekeliruan, tidak cerewet, shalihah, taat dan memelihara dirinya ketika suaminya tidak ada karena Alloh telah memeliharanya.</p>
<p align="justify"><em>Bertaqwalah wahai kaum muslimin, wahai suami istri. Barang siapa  yang bertaqwa kepada Alloh niscaaya akan dimudahkan urusannya.</em> <strong>(Syeikh Shalih bin Abdullah bin Al  Humaid). </strong></p>
<p>http://www.dudung.net/artikel-islami/membentuk-keluarga-islami.html</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/easybusinessforyou.wordpress.com/152/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/easybusinessforyou.wordpress.com/152/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/easybusinessforyou.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/easybusinessforyou.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/easybusinessforyou.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/easybusinessforyou.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/easybusinessforyou.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/easybusinessforyou.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/easybusinessforyou.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/easybusinessforyou.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/easybusinessforyou.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/easybusinessforyou.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=easybusinessforyou.wordpress.com&blog=4115420&post=152&subd=easybusinessforyou&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://easybusinessforyou.wordpress.com/2008/07/26/membentuk-keluarga-islami-sakinah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31e8e6af728631438d9f609ccf25267e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aldiwilman</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>